350 PESERTA KKN-PPM UNRIKA SIAP TERJUN DI MASYARAKAT


Universitas Riau Kepullppmunrika2014auan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Riau Kepulauan (LPPM Unrika) Batam memastikan 350 peserta Kuliah Kerja Nyata Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) siap untuk terjun ke lingkungan masyarakat wilayah Kecamatan Batuampar. Pembekalanpun telah diberikan secara konperensif, Senin (29/9/2014) di Auditorium Unrika Batam.

Ramon Zamora,SE ketua Panitia Pelaksanaan KKN-PPM Unrika tahun akademik 2014/2015 menjelaskan bahwa peserta KKN-PPM merupakan mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan target matakuliah di setiap program studi. KKN, menurut Ramon di Kampus Unrika Batam bersifat wajib, sehingga bagi mahasiswa yang nilainya telah mencukupi syarat untuk mengikuti KKN-PPM agar segera mendaftar di LPPM.

Untuk tahun ini, peserta KKN-PPM dirinci masing-masing dari program studi seperti Manajemen sebanyak 108 orang, kemudian Prodi Akutansi sebanyak 94 orang, Fisipol 82 orang dan Ilmu Hukum sebanyak 66 orang.
“Tak ikut KKn maka sulit untuk lulus,” kata Ramon mengingatkan.

Wakil Rektor I Unrika Batam, Ade P Nastuion,SE,M.Si mengatakanprogram KKN-PPM merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang telah tertulis dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Diharapkan Program ini dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada masyarakat dan mampu menggali potensi dari masing-masing mahasiswa dan berani bertindak untuk memperbaiki kualitas hidup.

Tak hanya itu, peningkatan mutu dan kualitas bagi mahasiswa baginya sangat diperlukan. dirinya juga menambahkan untuk Program KKN-PPM di Unrika masih belum dapat menggunakan pola pengabdian selama tiga bulan penuh, dengan pertimbangan bahwa banyak mahasiswa yang bekerja.

“Nantinya program ini akan terus meningkatkan pelayanan”. katanya.

Wakil Rektor I, Ade P Nasution juga mengungkapkan basis pemerintahan itu ada di masyarakat, sehingga pemetaan keahlian berdasarkan disiplin ilmu akan mudah dicerna mahasiswa saat KKN-PPM. Beberapa hal yang dapat dilakukan mahasiswa saat terjun ke masyarakat seperti penanaman pohon agar tercipta kampung hijau serta pembuatan rumah baca.

Meski demikian, Ade juga mengingatkan agar proposal kegiatan selama KKN-PPM tidak semata-mata beroientasi pada proyek pengadaan dan pembangunan yang bersifat kebendaan. Sharing ilmupun diharapkan menjadi proyeksi positif seperti berinteraksi lebih lama dengan mahasiswa dan ikut memberikan solusi dari permasalahan yang ada dalam masyarakat di Kecamatan Batuampar.

Selama kegiatan KKN telah banyak program yang telah dilaksanakan, diantaranya adalah penyuluhan bantuan hukum secara awal dan dini dengan tujuan memberitahukan kepada masyarakat tentang sesuatu hakuntuk mendapatkan keadilan melalui bantuan hukum dari lembaga bantuan hukum, advokasi, dosen, atau mahasiswa Fakultas Hukum.

Related Post