KEBIJAKSANAAN PEMASARAN COMMODITY DAN SPA PADA PT. VICTORY INTERNATIONAL FUTURES CABANG MEDAN

LUKMANUL HAKIM

(Dosen Tetap Prodi Manajemen UNRIKA Batam)

 

 ABSTRAK

PT.Victory International Futures didirikan pada tahun 2003 sebagai brokerage company (perusahaan perantara) di pasar keuangan dunia yang menggunakan teknologi informasi untuk menunjang bisnisnya. Berpusat di Kota Surabaya, PT.Victory International Futures adalah salah satu institusi yang diakui oleh pemerintah Indonesia dan berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka komoditi (BAPPEPTI), anggota dari BBJ (Bursa Berjangka Jakarta), Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dan ICDX (Indonesian Commodity Derivative Exchange).

Dalam memasarkan produknya, perusahaan ini telah mengkombinasikan variable-variabel marketing yang tercakup di dalam kebijaksanaan Marketing Mix-nya, namun hambatan permasalahan yang masih dirasakan mengganggu kelancaran pemasaranya adalah semakin banyaknya perusahaan saingan sejenis yang menawarkan komisi yang lebih rendah dengan produk yang sama.Riset dilakukan dengan Library Research dan Field Research untuk mengetahui kebijaksanaan dibidang pemasaran yang dilakukakan oleh PT.Victory International Futures Cabang Medan selama ini. Dari hasil penelitian lapangan serta didukung oleh teori yang ada bahwa dengan harga komisi yang tinggi memang dapat menghambat kelancaran pemasaran suatu produk, tetapi perlu disadari oleh pihak perusahaan bahwa meskipun produk yang ditawarkan oleh perusahaan saingan dapat memenuhi kebutuhan yang sama, tetapi diminta konsumen setiap produk itu tetap berbeda satu dengan lainya.

 

 

 

PENDAHULUAN

Dari sekian banyak masalah yang dihadapi oleh perusahaan, pemasaran adalah merupakan salah satu dari beberapa masalah yang timbul dalam perusahaan.Untuk mencapai tujuan perusahaan, pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting sekali demi kelangsungan hidup perusahaan.

Secara sederhana, pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan penyampaian barang atau jasa dari produsen kepada konsumen.

Dilihat dari perkembanganya pemasaran dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) tahap, yaitu :

  1. Non Marketing, yaitu kegiatan pemasaran belum ada, anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhanya berusaha secara individu atau secara kelompok.
  2. Marketing Sederhana, yaitu kegiatan pemasaran belum jelas, dalam hal ini sudah dipergunakan uang sebagai alat pertukaran, memenuhi kebutuhan belum berdasarkan pertimbangan ekonomi.
  3. Marketing Maju, yaitu kegiatan pemasar semakin bertambah jelas, sudah ada usaha dari produsen agar konsumen berminat memiliki barang yang dijual.
  4. Kegiatan Pemasaran kompleks, pada masa kini masyarakat sudah mempunyai surplus pendapatan, untuk merebut surplus pendapatan, untuk merebut surplus pendapatan masyarakat, produsen mempergunakan reklame melalui surat kabar, majalah, radio, televisi, internet dan lain-lain.

Dengan berkembangnya pemasaran dan kemajuan teknologi yang pesat, perusahaan menjual barang dan jasanya bukan hanya dipasar lokal saja akan tetapi juga di pasar Internasional. Persaingan yang meningkat antar perusahaan merubah keadaan pasar dari Sellers Market menjadi Buyers Market, dalam hal ini kekuatan pasar ditentukan oleh konsumen.Dalam hal ini jika perusahaan ingin maju, maka orientasi perusahaan haruslah dirubah dari orientasi pasar menjadi orientasi edukasi.

PT.Victory International Futures didirikan pada tahun 2003 sebagai brokerage company (perusahaan perantara) di pasar keuangan dunia yang menggunakan teknologi informasi untuk menunjang bisnisnya. Berpusat di Kota Surabaya PT.Victory International Futures adalah salah satu institusi yang diakui oleh pemerintah Indonesia dibawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), anggota dari BBJ (Bursa Berjangka Jakarta) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI). ICDX (Indonesian Commodity Derivative Exchange).PT.Victory International Futures menawarkan beberapa produk yaitu :

1.      Commodity

Adalah suatu system perdagangan yang dilakukan dalam bentuk kontrak suatu komoditi dengan penyerahan barang dikemudian hari.Kontrak tersebut dapat diperjualbelikan berulangkali sebelum jatuh tempo (panen)/penyerahan barang tanpa harus memikirkan barang secara fisik, gudang, biaya angkutan dan lain-lainya. Tujuan transaksi untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga melalui analisis dan disiplin transaksi yang akurat dengan memanfaatkan 2 peluang keuntungan ( Two Ways Opportunity).

Related Post