Universitas Riau Kepulauan Kunjungan Kerja,Penelitian REKAYASA PROSES BISNIS KARTU RENCANA STUDI MAHASISWA (KRS)

REKAYASA PROSES BISNIS KARTU RENCANA STUDI MAHASISWA (KRS)

Endang Susanti

Dosen Tetap Program Studi Teknik Elektro Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) Batam

ABSTRACTRekayasa proses bisnis merupakan proses berfikir secara fundamental dan merancang ulang proses bisnis yang telah ada. Pada saat ini proses bisnis  Kartu Rencana Studi (KRS) Mahasiswan Fakultas Teknik Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) masih bersifat manual pada lembaran hardcopy hal ini menyebabkan beberapa persoalan seperti penumpukan arsip di fakultas dan informasi jumlah mahasiswa yang mengambil matakuliah tidak bisa tersedia dengan cepat dan akurat.Oleh karena itu perlu dilakukan rekayasa proses bisnis Kartu Rencana Studi (KRS)  yang telah ada.

 

1.    PENDAHULUAN

      Perkembangan teknologi pada saat ini sangat pesat khususnya teknologi dibidang komputerisasi, teknologi ini banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, salah satunya pada bidang pendidikkan, dimana sistem komputer yang bersifat manual di desain menjadi sistem komputerisasi yang saling terintegrasi agar informasi yang dibutuhkan konsumen tersaji dengan cepat dan akurat.

      Rekayasa ulang proses bisnis, mengacu dimana sebuah organisasi mendesain ulang secara mendasar dan radikal proses bisnis – proses bisnis nya dengan tujuan mendapatkan kemajuan yang dramatis ( Hamer dan Champy, 1993). Rekayasa ulang proses bisnis juga dapat diartikan sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan proses bisnis yang telah ada. Menurut Herbkersmen rekayasa ulang adalah perubahan secara drastis bagaimana cara anggota organisasi menyelesaikan pekerjaan mereka (Herbkersman, 1994).

      Proses bisnis sebelumnya, dimana Kartu Rencana Studi (KRS) diisi secara manual oleh mahasiswa pada lembaran hardcopy, setelah diisi dan di setujui Pembimbing Akademik, mahasiswa akan menyerahkannya kembali ke fakultas sistem ini menyebabkan berbagai macam persoalan salah seperti penumpukan arsip dan informasi jumlah mahasiswa yang mengambil matakuliah tidak bisa tersedia dengan cepat dan akurat dengan rekayasa ulang proses bisnis ini maka semua data cukup tersimpan pada hard disk database sistem.

 

 

2.    TINJAUAN PUSTAKA

2.1    REKAYASA PROSES BISNIS

      Rekayasa ulang proses bisnis, mengacu dimana sebuah organisasi mendesain ulang secara mendasar dan radikal proses bisnis – proses bisnis nya dengan tujuan mendapatkan kemajuan yang dramatis ( Hamer dan Champy, 1993). Rekayasa ulang proses bisnis juga dapat diartikan sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan proses bisnis yang telah ada. Menurut Herbkersmen rekayasa ulang adalah perubahan secara drastis bagaimana cara anggota organisasi menyelesaikan pekerjaan mereka (Herbkersman, 1994).

      Menurut (Davenport, 1995) terdapat 4 kata kunci dalam rekayasa ulang proses bisnis yang sangat penting untuk dipahami yaitu : fundamental, radikal, dramatis dan proses. Fundamental artinya perubahan yang kita lakukan mengarah kepada hal-hal yang mendasar. Untuk dapat melakukan perubahan yang mendasar, maka ada dua pertanyaan mendasar yang perlu dijawab oleh pelaku bisnis, yaitu: Mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan dan mengapa kita melakukan dengan cara demikian. Radikal artinya perubahan yang kita lakukan dalam proses harus menyeluruh sampai akar-akarnya. Perubahan yang dimaksud dalam hal ini bukan hanya perbaikan pada bagian – bagian terentu dari suatu unit bisnis atau proses bisnis, tapi berkaitan dengan keseluruhan proses bisnis atau aktivitas bisnis. Dramatis bearti rekayasa ulang proses bisnis harus mampu menghasilkan lompatan kemajuan besar dalam kinerja.

2.2    DATA FLOW DIAGRAM (DFD)

DFD menggunakan simbol untuk mewakili entity, proses, data flow dan data store yang berkaitan denga sistem (Hall, 2010), Beberapa simbol yang dipergunakan untuk menggambarkan sistem antara lain:

1.      External Entity, merupakan simbol yang mewakili elemen yang berada di luar sistem, tetapi memiliki hubungan interaksi dengan sistem.

Gambar 2.1 External Entity

2.      Proses, merupakan simbol yang mewakili kegiatan untuk mengubah data menjadi informasi atau masukan untuk data lain.

Gambar 2.2 Proses

3.      Data Store, merupakan simbol yang mewakili tempat penyimpanan dari data dan dapat dipergunakan bila dibutuhkan.

Gambar 2.3 Data Store

 

4.      Data flow, merupakan simbol yang mewakili arah aliran data yang berasal dari satu proses, data store atau elemen lingkungan menuju ke satu proses, data store atau enviromental element lainnya.

Gambar 2.4 Data Flow

Related Post

PENGARUH TINGKAT KESULITAN KEUANGAN, TINGKAT HUTANG, INTENSITAS MODAL DAN SIZE PERUSAHAAN TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN PROPERTY DI BEI (PERIODE 2007-2010)PENGARUH TINGKAT KESULITAN KEUANGAN, TINGKAT HUTANG, INTENSITAS MODAL DAN SIZE PERUSAHAAN TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN PROPERTY DI BEI (PERIODE 2007-2010)

Syahril Effendi Dosen Tetap Prodi Akuntansi FE-UNRIKA Bata Abstrak             Penelitian ini melihat secara empiris bahwa Tingkat kesulitan keuangan perusahaan dapat mempengaruhi Tingkat konservatisme akuntansi. Tingkat konservatisme akuntansi dapat