UNRIKA ADAKAN SEMINAR AQUAKULTUR


Universitas Riau Kepulauan Batam mengadakan Seminar Aquakultur dengan tema : Peluang dan Tantangan Pengembangan Perikanan di Indonesia dengan pembicara Prof. Muchlisin Z.A., Ph.D dan diikuti Peserta dari seluruh Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bilogi UNRIKA Batam.

Dalam seminar tersebut Prof. Muchlisin Z.A., Ph.D mengatakan “Beberapa permasalahan dalam budidaya perikanan diantaranya adalah Tingginya Harga Pakan, Kualitas Bibit Rendah, Spesies Asing, Penyakit, Pencemaran, dan Keterampilan Petani Ikan yang masih Rendah”.

Prof. Muchlisin juga memaparkan bahwa Potensi Perairan yang ada di Indonesia berupa Perairan Laut dan Perairan Daratan sangatlah memiliki potensi yang sangat besar. Indonesia memiliki Panjang garis pantai 2.310 km dan Perairan teretorial 295.370 km2 km2 (ZEE 238.807 km2), Sekurang-kurangnya 119 buah pulau dan 450 spesies ikan karang dan 120 spesies karang serta Terdapat 73 sungai-sungai besar, Rawa gambut (misalya Rawa Singkil dan Rawa Tripa), Danau (Danau Laut Tawar dan Danau Aneak Laot), Tercatat lebih dari 114 spesies ikan air tawar (15 spesies diantaranya bernilai ekonomi tinggi. namun belum bisa dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelolanya.

Menurut salah satu Dosen UNRIKA FKIP Biologi Ramses Firdaus., S.Pi.,M,Si Berpendapat bahwa beberapa permasalahan dalam perikanan tangkap yaitu : Tingkat Pendidikan Relatif Rendah, Tidak ada ketrampilan tambahan, Pola Hidup (Manej. Waktu & Keuangan), Bukan Pemilik Modal, Harga BBM Tinggi, Perubahan Iklim, Pencemaran, Degradasi Habitat, Pencemaran Perairan menjadi faktor permasalahan petani ikan selama ini.

Diakhir seminar tersebut Prof. Muchlisin Z.A., Ph.D memaparkan Rekomendasi yang harus dilakukan pemerintah, diantaranya ;

  1. Pemberdayaan ikan lokal ekonomsi tinggi yang bersifat herbovora sbg ikan kartget budidaya
  2. Membekali nelayan dengan usaha alternatif (diversifikasi usaha), untuk itu diperlukan ketrampilan tambahan: membentuk pusat-pusat inkubasi bisnis nelayan (Pendekatan ilmu dan teknologi)
  3. Pembentukan Bank Perkreditan Nelayan (BPN) (Pendekatan modal)
  4. Memperluas kesempatan belajar (pendirian SMK & Akademi Kelautan dan Perikanan).
  • – Penyediaan beasiswa anak pelaku utama kelautan dan perikanan.
  • – Jalur masuk khusus bagi anak nelayan ke PT.
  1. Perlu dibangun fasilitas pengolahan/ daur ulang oli bekas (oil refinery).
  2. Penetapkan suaka-suaka kawasan perlindungan laut (Marine protected area) dan Rehabilitas hutan bakau dan terumbu karang
  3. Kerjasama yang saling mengutung dari pihak pemerintah – swasta – dan perguruan tinggi perlu digalakkan terutama dalam penelitian dan penyusunan perencanaan pembangunan kelautan dan perikanan.

 

(adm)

Related Post