UNRIKA KIRIM UTUSAN IKUTI STUDI BANDING KE TAIWAN


Foto : Penyerahan Cendera Mata/Edwin Agung Wibowo

Universitas Riau Kepulauan mengirim utusan sebanyak tiga orang ke Taiwan melalui Singapura untuk menindaklanjuti enam Letter of Intent (LoI). Minggu (16/April/2017)

Ketiga utusan tersebut diantaranya Dekan Fakultas Ekonomi Edwin Agung Wibowo, SE.,M.Comm, Ketua Program Studi S2 Magister Manajemen Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari, S.E., M.M. dan satu orang mahasiswa Prodi Bahasa Inggris Semester 8, FKIP Unrika, Sudono.

Dalam keterangannya, 6 (Enam) Letter of Intent (LoI) sebelumnya telah ditandatangani pada bulan maret 2017 lalu, 6 LoI tersebut adalah Tung Hai University Taiwan, I-Shou University Taiwan, Hung Kuang University Taiwan, Hsin Wu University Taiwan, Da-Yeh University Taiwan, dan Yun Tech Technology University Taiwan. Tindak lanjut Loi dan Studi Banding ke beberapa Universitas di Taiwan, yakni National Taiwan University, Feng Chia University, Tung Hai University, National Cheng Kung University, Ming Chi University of Technology, Sih Chien University.


Dalam agenda kunjungan di hari pertama, Senin 17 April 2017 utusab Unrika mengunjungi Overseas Committee Affairs Council (OCAC) Republic of China (Taiwan), salah satu organisasi yang membantu calon pelajar dan mahasiswa Indonesia yang akan melanjutkan studi di Taiwan. Kunjungan itu sendiri diterima oleh Menteri Pendidikan OCAC dilanjutkan dengan presentasi dari pihak OCAC, diskusi, gathering. Pada kesempatan tersebut disampaikan cenderamata dari Universitas Riau Kepulauan oleh Dekan Fakultas Ekonomi, Edwin Agung Wibowo, S.E., M.Comm., dilanjutkan dengan foto bersama.

Disamping utusan dari Unriversitas Riau Kepulauan, peserta studi banding yakni Universitas Internasional Batam, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Kristen Maranatha, STIE Pembangunan Tanjungpinang, STIE Trisakti, SMUN 3 Batam, SMUN 4 Batam, SMKN 2 Batam, SMKN 1 Karimun, SMU Kartini, dan beberapa Sekolah dari Jakarta juga turut serta dalam kunjungan tersebut.


Setelah mengunjungi OCAC peserta studi banding pun melanjutkan kunjungan ke National Taiwan Normal University-Division of Preparatory Program, yakni lembaga yang mempersiapkan calon mahasiswa yang akan kuliah di Taiwan secara akademik maupun non akademik, termasuk bahasa Mandarin. Di lembaga ini peserta bertemu dengan beberapa calon mahasiswa dari Indonesia yakni Jakarta, Semarang, Medan, dan Magelang yang sedang belajar bahasa Mandarin serta persiapan masuk perguruan tinggi di Taiawan.

Para calon mahasiswa tersebut rata-rata sudah mengikuti program lebih dari enam bulan, dan biasanya satu tahun mereka bisa menyelesaikan program dan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi di Taiwan sesuai dengan minat mereka. Di lembaga ini sudah disiapkan mushola bagi calon mahasiswa Islam dan ruangan untuk diskusi kegamaan. Dengan adanya fasilitas ini diharapkan calon mahasiswa Islam yang akan melanjutkan kuliah di Taiwan bisa beribadah dengan baik dan merasa nyaman untuk kuliah di Taiwan. Disamping itu, sudah disiapkan makanan halal untuk tamu dan calon mahasiswa yang beragama Islam. Para utusan dari kampus dan sekolah dari Indonesia menutup kunjungan tersebut dengan foto bersama.

Related Post