Universitas Riau Kepulauan Penelitian MENINGKATKAN PENGUASAAN BILANGAN DENGAN MENTAL ARITMATIKA SEMPOA

MENINGKATKAN PENGUASAAN BILANGAN DENGAN MENTAL ARITMATIKA SEMPOA

Ismarti

Dosen Tetap Prodi Matematika UNRIKA Batam

ismarti78@gmail.com

 

Abstrak

            Salah satu tujuan kurikulum terpenting dalam pembelajaran matematika pada tingkatan sekolah dasar baik di Indonesia maupun di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan  Australia adalah mengembangkan penguasaan anak mengenai bilangan (number sense). Penekanan  akan pentingnya penguasaan bilangan ini pada tingkatan sekolah dasar, tercantum dalam kurikulum  sekolah di Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, maupun Australia.

            Rendahnya   kemampuan   anak   dalam   penguasaan   bilangan,   khususnya  berhitung,  menjadi permasalahan yang serius dalam pembelajaran matematika di sekolah.  Mental aritmatika sempoa adalah suatu metode yang dapat menjadi solusi untuk meningkatkn penguasaan bilangan, khususnya berhitung.  Dengan mental aritmatika sempoa seorang anak mampu berhitung lebih cepat, mempunyai konsentrasi yang baik dan lebih kreatif sehingga dapat mencapai tingkat berfikir analisis dan logika berfikir yang benar.

Key words: penguasaan bilangan, sempoa, mental aritmatika

  1. 1.      PENDAHULUAN

             Matematika sering dianggap sebagai ilmu yang hanya menekankan pada kemampuan berpikir logis dengan penyelesaian yang tunggal dan pasti. Hal ini yang menyebabkan matematika menjadi mata pelajaran yang ditakuti dan dijauhi anak. Padahal, matematika dipelajari pada setiap jenjang pendidikan dan menjadi salah satu pengukur (indikator) keberhasilan anak dalam menempuh suatu jenjang pendidikan, serta menjadi materi ujian untuk seleksi penerimaan menjadi tenaga kerja bidang tertentu. Melihat kondisi ini berarti matematika tidak hanya digunakan sebagai acuan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi tetapi juga digunakan dalam mendukung karier seseorang.

            Dalam standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah mata pelajaran matematika (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tanggal 23 mei 2006 tentang standar isi) telah disebutkan bahwa mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama (Siswono, 2009).

            Salah satu tujuan kurikulum terpenting dalam pembelajaran matematika pada tingkatan sekolah dasar baik di Indonesia maupun di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan  Australia adalah mengembangkan penguasaan anak mengenai bilangan (number sense). Penekanan  akan pentingnya penguasaan bilangan ini pada tingkatan sekolah dasar, tercantum dalam kurikulum  sekolah di Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, maupun Australia (Depdikbud,1993; NCTM, 1989; Cockroft, 1982; dan AEC, 1991).

Penguasaan  bilangan  bukanlah  sekedar  mengenal  dan  terampil  berhitung, namun  lebih  dari  itu.  Anak  dengan  penguasaan  bilangan  baik  memiliki  intuisi  yang  baik mengenai bilangan, memahami dengan baik sifat-sifat bilangan, dan mengetahui dengan baik pula hubungan  antar  bilangan.  Anak  yang  menguasai  bilangan  dengan  baik  pada  akhirnya  akan mampu  memanfaatkan  pengetahuannya  tentang  bilangan  pada  berbagai  bidang  dan  berbagai situasi dalam kehidupannya.

Related Post

PENGARUH TINGKAT KESULITAN KEUANGAN, TINGKAT HUTANG, INTENSITAS MODAL DAN SIZE PERUSAHAAN TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN PROPERTY DI BEI (PERIODE 2007-2010)PENGARUH TINGKAT KESULITAN KEUANGAN, TINGKAT HUTANG, INTENSITAS MODAL DAN SIZE PERUSAHAAN TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN PROPERTY DI BEI (PERIODE 2007-2010)

Syahril Effendi Dosen Tetap Prodi Akuntansi FE-UNRIKA Bata Abstrak             Penelitian ini melihat secara empiris bahwa Tingkat kesulitan keuangan perusahaan dapat mempengaruhi Tingkat konservatisme akuntansi. Tingkat konservatisme akuntansi dapat