PENGARUH KEPEMIMPINAN DEKAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA DOSEN DI UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN BATAM,TAHUN AKADEMIK 2012/2013”


Dahrul Aman Harahap

Dosen Universitas Riau Kepulauan Batam

ABSTRAK

 Dahrul Aman Harahap.  “Pengaruh Kepemimpinan Dekan dan Budaya organisasi terhadap kinerja dosen di Universitas Riau Kepulauan Batam,Tahun akademik 2012/2013

Penelitian ini mempunyai sebagai berikut :1)Untuk mengetahui  pengaruh kepemimpinan dekan terhadap kinerja dosen di Universitas Riau Kepulauan, Batam. 2) Untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja dosen di Universitas Riau Kepulauan, Batam. 3) Untuk mengetahui pengaruh secara bersama sama kepemimpinan dekan dan  budaya organisasi terhadap kinerja dosen di Universitas Riau Kepulauan, Batam.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh populasi dosen tetap Yayasan yang ada di Universitas Riau Kepulauan Batam sebanyak 120 orang. Penelitian ini mengedepankan pengkajian korelasi antara variable bebas dengan variable terikat dengan menggunakan teknik pengujian data statistic inferensial. Meskipun juga memerlukan statistic deskripif yang merupakan teknik penyajian data yang tidak bermaksud untuk menguji hipotesis.

 

Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitin ini adalah 1) Kepemimpinan dekan sangat menentukan terhadap kinerja dosen. Hal ini menunjukkan kepemimpinan dekan  semakin baik maka kinerja para dosen di Universitas Riau Kepulauan semakin baik. Begitu juga dengan sebaliknya. 2) Budaya organisasi sangat menentukan terhadap kinerja dosen.  Hal ini menunjukkan budaya organisasi semakin baik maka kinerja para dosen di Universitas Riau Kepulauan semakin baik. Begitu juga dengan sebaliknya. 3) Secara bersamaan kepemimpinan dekan dan budaya organisasi sangat menentukan terhadap kinerja dosen; semakin baik kepemimpinan dekan dan  budaya organisasi akan semakin meningkatkan kinerja dosen . sebaliknya, semakin rendah atau menurun  kepemimpinan dekan dan  budaya organisasi akan semakin menurunkan kinerja dosen di Universitas Riau Kepulauan Tahun Akademik 2012/2013.

Kata Kunci :  Kepemimpinan Dekan, Budaya organisasi, Kinerja Dosen

BAB I

PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang

Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa tujuan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan.

Guna menunjang terlaksananya sistem pendidikan nasional yang baik dan berkualitas diperlukan tenaga pendidik. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Salah satu lembaga yang bertugas menjalankan sistem pendidikan nasional adalah perguruan tinggi.

Pendidikan tinggi dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas memiliki posisi yang sangat strategis.untuk itu perlu kesiapan perguruan tinggi dengan segala perangkatnya termasuk yang utama adalah tenaga akademik sebagai penggerak utama aktifitas pembelajaran, sehingga dosen harus mendapatkan pembinaan karier yang terencana dan proporsional. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (Pasal 1 ayat 2 UU No. 15/2005 tentang Guru dan Dosen). Oleh karena itu, dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (pasal 45).

Tingginya animo masyarakat untuk kuliah di Unrika menghadapi kendala dalam hal kuantitas dan kualitas dosen sebagai pengajar.Masih cukup banyak dosen yang tingkat pendidikannya masih S1 dan memiliki kepangkatan akademik Asisten Ahli. Unrika mengalami permasalahan dalam hal keterbatasan sarana dan prasarana, seperti ruang kuliah yang terbatas, ruang seminar, laboratorium dan peralatan atau perlengkapan perkuliahan yang sering kali antardosen saling ”berebut” untuk menggunakan peralatan tersebut. Kedua, terdapat perbedaan gaya kepemimpinan di beberapa fakultas. Fakultas yang sudah lama berdiri menerapkan gaya kepemimpinan otoriter. Ketiga, berdasarkan penelusuran awal budaya organisasi yang terasa di Unrika masih bercorak paternalistik.Keempat, berdasarkan sistem perangkingan Webometric yang menekankan pada akses konten perguruan tinggi yang bisa dilakukan oleh publik, termasuk seberapa banyak akses ke perguruan tinggi tersebut yang bisa dilacak oleh mesin pencari google, yahooo, live dan exalead, kinerja dosen Unrika dinilai masih rendah dibandingkan dengan perguruan tinggi yang ada di provinsi kepulauan riau. Kelima, salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah penelitian dan publikasi ilmiah.Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan ternyata ditemukan adanya perbedaan kinerja akademik terutama di bidang penelitian antara fakultas yang sudah lama berdiri dengan fakultas yang baru.Dalam arti kinerja dosen pada fakultas yang baru (FISIP) mampu menyaingi kinerja dosen pada fakultas-fakultas yang sudah lama berdiri.

Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) merupakan salah satu perguruan tinggi yang ada dibawah naungan kopertis wilayah X yang merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan Sekolah Tinggi Teknik (STT) Batam yang mulai berdiri sejak tahun 1994 oleh Yayasan Perguruan Tinggi Batam (YPTB). Yayasan ini didirikan di Pekanbaru sejak tanggal 12 Desember 1992, yang bergerak dalam usaha mendirikan, membina dan mengelola perguruan tinggi di Pulau Batam.Awal berdirinya, Sekolah Tinggi yang pertama kali dibuka adalah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan Sekolah Tinggi Teknik (STT) dan merupakan sekolah tinggi pertama di Kota Batam Propinsi Riau saat itu dengan dipimpin oleh satu orang ketua dan pembantu ketua. Dengan adanya pemekaran daerah tahun 2005 batam berada diwilayah Propinsi Kepulauan Riau (Kepri). Dalam perkembangan berikutnya pada tahun 2006 sesuai dengan tuntutan perubahan paradigma, STIE dan STT Batam digabung menjadi Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) melalui SK Dikti No. 68/D/0/2006 Tentang pemberian ijin penyelenggaraan program-program studi dan penggabungan 2 (dua) sekolah tinggi menjadi Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) di Batam diselenggarakan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Batam. Untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas Universitas Riau Kepulauan Batam selalu melakukan tindakan nyata dengan memenuhi standart minimal pendidikan yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Adapun standar minimal tersebut meliputi: a. standar isi; b. standar proses; c. standar kompetensi lulusan; d. standar pendidik dan tenaga kependidikan; e. standar sarana dan prasarana; f. standar pengelolaan; g. standar pembiayaan;dan h. standar penilaian pendidikan. Dalam hal ini pendidik dan tenaga pendidikan terutama dosen di perguruan tinggi merupakan ujung tombak dalam proses pendidikan.Berdasarkan Undang –Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Pendidikan Tinggi menyebutkan  dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Dosen memegang perananyang sangat strategis bagi kemajuan sebuah perguruan tinggi.Dosen adalah pendidik profesional yang dapat menetapkan apa yang baik bagi mahasiswaberdasarkan pertimbangan profesionalnya, sehingga merupakan salah satu penentu utama dalammenjaga kelangsungan serta menjamin adanya suasana yang kondusif bagi institusinya. Keberadaandosen sangat menentukan mutu pendidikan dan lulusan yang dilahirkan perguruan tinggi, di sampingsecara umum kualitas perguruan tinggi itu sendiri. Jika para dosennya berkinerja dan bermutu tinggi,maka kualitas perguruan tinggi tersebut juga akan tinggi, demikian pula sebaliknya. Sebaik apapunprogram pendidikan yang dicanangkan, bila tidak didukung oleh para dosen berkinerja dan bermututinggi, maka akan berakhir pada hasil yang tidak memuaskan. Oleh karenanya untukmenjalankanprogram pendidikan yang baik diperlukan para dosen yang juga bermutu tinggi.Dengan memilikiDosen -dosen profesional dan bermutu tinggi, perguruan tinggi dapat merumuskan program sertakurikulum termodern sehingga dapat menjamin lahirnya lulusanlulusan yang berprestasi danberkualitas istimewa.Peran dosen pada dasarnya sangat kompleks tidak hanya mencakup tridharma perguruan tinggitapi lebih dari itu.

Keberhasilan suatu organisasi termasuk organisasi bidang pendidikan dalam mencapai tujuanya diantaranya sangat ditentukan oleh mutu kepemimpinan yang terdapat pada organisasi yang bersangkutan. Salah satu aspek kepemimpinan yang dianggap penting adalah gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan berkaitan dengan cara yang digunakan oleh pimpinan untuk mengatur, mempengaruhi bawahan, dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Gaya kepemimpinan yang digunakan oleh manajer juga berhubungan dengan variabel organisasional lainya yaitu budaya organisasi, motivasi berprestasi, dan komitmen pada organisasi yang sangat dibutuhkan dalam mengarahkan kinerja para anggota organisasi, karena kinerja yang ditunjukkan oleh para anggota organisasi akan berdampak pada pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. Motivasi meupakan salah satu alat atasn agar bawahan mau bekerja keras dan bekerja cerds sesuai dengan yang diharapkan.Pengetahuan tentang pola motivasi membantu para manajer memahami sikap pegawai masing-masing. Manajer dapat memotivasi pegawainya dengan cara yang berbedqa-beda sesuai dengan pola masing-masing yang menonjol. Bawahan perlu dimotivasi karena ada bawahan yang baru mau bekerja setelah dimotivasi atasannya.

Kepemimpinan tidak terjadi dengan sendirinya, dan sudah tentu bukan merupakan konsekuensi dari orang yang diberi otoritas atau mendapatkan kekuasaaan. Ada Kompetensi kepemimpinan tertentu yang bias dpelajari, sama dengan kemampuan untuk melaksanakan tanggung jawab kepemimpinan tertentu juga bias dipelajari. Manusia yang membutuhkan keahlian kepemimpinan bukan hanya mereka yang mempunyai posisi puncak daam organisasi ( dan secara insidentil, mereka sering membutuhkah bimbingan dalam keahlian kemepimpinan manusia sesuatu yang berbeda dengan keahlian kepemimpinan perusahaan). Keahlian dalam bidang kepemimpinan manusia harus menjaadi bagian yang integral bagi seluruh organisasi sampai ke level tim dimana keselarasan, interaksi dan komitmen korporat untuk meraih tujuannya akan menentukan keberhasilan atau kegagalan.

Related Post