BEM FKIP UNRIKA BATAM DAN HMI BATAM GELAR BHAKTI SOSIAL DI TELUK LENGGUNG

THINK - Kampung Tua Teluk Lenggung. Nama itu memang masih begitu asing bagi mayoritas penduduk Batam, meski berdasarkan data pemerintah Batam kawasan pemukiman rakyat disekitaran pesisir pantai punggur tersebut di tahun 2014 mulai dialokasikan anggaran untuk pengaspalan namun tetap saja ia terpencil.

Organisasi Intra Kampus, Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau Kepulauan Batam bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Batam pada hari Minggu, (26/5) belum lama ini berkesempatan mengadakan kegiatan di kampung angker itu (Begitu sebutan bagi kampung ini sebelumnya). Dalam agendanya, kelompok penggiat sosial kampus UNRIKA tersebut mengelar pengobatan gratis hasil kerjasama dengan Puskesmas Kelurahan Kabil dan yang pasti tentunya, penyuluhan pendidikan bagi warga sekitar.

Menurut Siti Masyitoh, Ketua SEMA FKIP kepada THINK, kegiatan yang dilakukan pihaknya merupakan kegiatan rutin organisasinya, selain mengharapkan tumbuhnya rasa kecintaan dan kepedulian antar sesama, SEMA FKIP juga kata Siti akan menginventarisir sarana dan prasarana pokok yang masih belum ada di kampung tersebut, agar nantinya pada saatnya mahasiswa dapat membuat resume yang bersifat usulan kepada Pemerintah Kota Batam untuk memberi ruang prioritas bagi peningkatan infrastruktur, sarana dan prasarana di Teluk Lengung.

"Ya tentu tujuan kita yang paling utama untuk membantu warga baik secara mental dan mendorong pemerintah agar lebih perhatian terhadap wilayah pesisir," kata Siti.

Kampung Teluk Lengung, terletak sekitar 30KM dari batam center. Dapat ditempuh melalui jalan masuk bumi Perkemahan Pramuka, Punggur, atau dari arah Piayu. Jalan tanah berbatu melewati pinggiran bendungan Duriangkang, hutan lindung dan Pabrik Pengolahan Air Minum Adya Tirta Batam. Kampung ini berpenghuni 70 kepala keluarga. Dulunya sebelum bumi Perkemahan Pramuka dan Jalan PT. ATB ke piayu di buka, satu satunya jalur transportasi disini hanyalah jalur laut dengan menggunakan pompong menuju pelabuhan telaga Punggur atau ke Pulau Belakang Padang. Setalah Pengembangan Pulau Batam, Kampung teluk lengung sekarang berada dalam area kecamatan Nongsa. 

Banyak Masyarakat batam tidak tahu persis letak Teluk Lengung Kelurahan Kabil Kecamatan Nongsa, hal tersebut dikarenakan wilayah yang pelosok, jauh dari keramaian, jauh dari fasilitas PLN, ATB, dan tidak ada Sekolah.

Bahkan disaat siang hari warga hanya menggunakan tenaga tata surya, dan malam harinya menggunakan tenaga diesel sebagai penerang pemukiman. Warga yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan rata-rata dua ratus ribu per hari sangat mengeluh dengan keadaan yang masih kurang layak di tengah kota industri. Siti menyayangkan, pipa ATB sudah ada tapi sampai sekarang air ATB belum masuk, padahal penggelolaan ATB sendiri tidak jauh dari sini.

"Jalanan disini juga belum diaspal, tidak ada sekolah lagi, kami berharap didirikan dua atau tiga kelas untuk sekolah anak-anak ini, ujar Edi, salah seorang warga setempat menimpali penegasan Siti.

Desa yang terdiri dari 210 jiwa ini terdapat kurang lebih 30 anak-anak yang berada di jenjang pendidikan Sekolah Dasar. Wilayah pemukiman yang jauh dari Perkotaan ini membuat anak-anak sulit untuk bersekolah. Apalagi bila hujan datang, jalanan yang licin dan berbatuan  di area teluk lengung sangat menghambat perjalanan, sehingga disaat hujan datang anak-anak tidak bisa bersekolah ujar salah seorang warga.

Sehingga dengan adanya acara ini mengembirakan warga teluk lengung, dan berharap kegiatan ini mendapat support dan bantuan dari masyarakan, kuhusnya mahasiswa ungkap bapak Azlan M. selaku Lurah kelurahan kabil yang membuka acara Bakti Sosial Mahasiswa Peduli Masyarakat Hinterland, acara ini juga dihadiri oleh RT setempat dan beberapa dosen unrika yaitu Ahmad Yanizon, S.Pd.I, M.Pd, Kons. Selaku Pembina SEMA FKIP UNRIKA, Tamama Rofiqah, S.Pd.I, M.Pd, Kons. Dan Vira Afriyati, M.Pd, Kons. Selaku dosen UNRIKA Batam.***

Related Post